Pages

Saturday, December 6, 2014

Sunshine Beyond The Rain

There's sunshine beyond that rain
There's good time beyond that pain

And there's something more for us to learn beyond every problem that we're dealing wih.

I always try to remember that. Even though sometimes, it just seem unbelievable.

Hujan turun tepat pada saat seluruh anggota keluarga besar gue berkumpul di depan ICU di sebuah rumah sakit di Sukabumi, kampung halaman tercinta. Sayangnya tujuan kami bukan untuk berlibur, tapi buat menemani nenek tersayang kami yang jatuh sakit.

Jujur tiap kali gue ngunjungin ke ICU, gue gak pernah bisa tahan air mata gue. Gue selalu panik kalo mamah (panggilan nenek gue) mulai ngeliat ke arah gue sedangkan air mata gue mulai berjatuhan.

Mamah adalah salah satu motivasi terbesar gue pengen jadi dokter. Ayah di urutan pertama, dan mamah setelahnya. Dari dulu gue suka bolak-balik ke rumah sakit. Bukan, bukan gue yang sakit. Gue udah familiar sama yang namanya rumah sakit. Well not really. Tapi dengan keadaan ayah, you could say that I am.

Setiap kunjungan gue buat jenguk mama, semakin besar niat gue buat jadi dokter. Walaupun masih ada some insecurities, gue berusaha ngebuang jauh-jauh pikiran negatif gue.
Mamah belum punya cucu dokter, dan gue mau jadi yang pertama. Gue berdoa biar mamah sembuh biar bisa liat sebagian besar cucunya sukses (kuliah, kerja, dll). Termasuk saat gue bisa masuk FK (Aamiin).

And I hope that moment is one of the good things that comes after this dreadful times.

So, now I'm waiting for the rain to stop and that sunshine to come.

Mila. X

No comments:

Post a Comment